Minggu, 22 Desember 2013

TAJWID PUTAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MAN 1 (MODEL) LUBUKLINGGAU

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang telah disediakan oleh sekolah/madrasah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntunan zaman. Paling tidak guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien, meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Di samping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, diharapkan guru juga dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia.
Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, karena siswa dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat melalui akses dari berbagai media massa seperti : surat kabar, handphone, televisi dan internet. Bahkan CD pembelajaran mandiri dapat dengan mudah dijalankan dalam kemasan materi pelajaran yang menarik karena dilengkapi, gambar, suara, soal dan pembahasannya serta animasi dari berbagai tampilan, dapat dengan mudah dibeli siswa di pasaran dan siswa dapat belajar secara mandiri. Untuk itu agar peran pendidik tidak diabaikan karena kurangnya pembaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka guru mesti peka terhadap perubahan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tidak menggeser perannya sebagai fasilitator dan sumber belajar. 
Dimana guru harus memulai?
Sebenarnya permasalahan yang kita hadapi sebagai seorang pendidik tentu dari kegiatan mengajar sehari-hari, apa yang menjadi kekurangan dan permasalahan sehingga minat dan motivasi siswa kurang, dapat kita amati di kelas yang kita hadapi. Begitu juga pengalaman saya mengajar di Madrasah Aliyah, berlatar belakang permasalahaan yang saya hadapi di kelas, memicu saya untuk membuat alat peraga sebagai media pembelajaran di kelas.
Di madrasah kunci utama siswa dapat memahami Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah siswa bisa membaca Al Qur’an dengan baik, karena materi Al Qur’an Hadits, Fiqh, Aqidah Akhlak berkaitan dengan ayat Al Qur’an. Permasalahan yang dihadapi adalah bahwa tidak semua siswa lancar dalam membaca Al Qur’an, sedangkan untuk memperdalam tajwid Al Qur’an sebagai jembatan membaca      Al Qur’an dengan benar membutuhkan alokasi waktu yang lama.
Untuk itu sebagai fasilitator dalam belajar, saya berusaha menyiapkan media pembelajaran untuk membantu peserta didik belajar lebih efektif. Yang terpenting peran media itu sendiri dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri siswa. Maka terciptalah media pembelajaran berupa TAJWID PUTAR, terbuat dari bahan yang sederhana, namun penggunaannya praktis dan efisien. Karena memang jika mau kreatif, media bisa dibuat dari bahan yang murah karena media pembelajaran tidak harus beli apalagi dengan harga mahal.
Tajwid Putar yang saya buat  merupakan salah satu media pembelajaran yang praktis dan sederhana serta mudah cara penggunaannya sehingga menghemat banyak waktu. Terbuat dari bahan karton yang termasuk klasifikasi media berbasis cetakan. Sebelum dicetak di karton diameter 20 cm, terlebih dahulu disusun 28 huruf Hijaiyah untuk sisi paling luar,  hukum nun mati atau tanwin yaitu idzhar, ikhfa’, iqlab, idghom bighunnah dan idghom bilaghunnah sesuai 28 kolom dan untuk bagian muka kedua hukum mim mati yaitu ikhfa’ syafawi, idzhar syafawi dan idghom mitslain. Dengan dilengkapi karton lapisan kedua berdiameter 18 cm, diberi tanda tunjuk ke salah satu huruf Hijaiyah yang berhubungan dengan lubang yang menginformasikan hukum tajwid, cara membaca dan contohnya. Keempat lapisan lingkaran disatukan, dan sebagai pusatnya dipasang kancing baju 2 sisi yang menyatukan keempat lapisan. Sehingga karton ini dapat diputar sesuai tanda tunjuk ke huruf Hijaiyah dengan hukum nun mati atau tanwin maka akan mendapatkan hukum tajwidnya. Begitu juga dengan muka kedua yaitu hukum mim mati.
Tajwid Putar ini dibuat menarik, dengan warna  terang dan bentuk yang simpel dengan ukuran yang praktis, sehingga bisa dibawa dengan mudah. Dengan demikian pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam kegiatan belajar mengajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Penggunaan alat peraga Tajwid Putar dalam proses pembelajaran Al Qur’an Hadits, membantu siswa lebih mudah memahami hukum tajwid, karena salah satu manfaat media pembelajaran adalah sebagai sarana fisik yang mengandung materi instruksional untuk mencapai tujuan. Untuk mendapatkan hukum tajwid, siswa dengan mudah mendapatkan hukum nun mati atau tanwin serta hukum mim mati hanya dengan cara memutar karton bagian atas dengan tanda tunjuk mengarah ke huruf hijaiyah, siswa sudah bisa mendapatkan hukum tajwidnya.
 Alat peraga Tajwid Putar ini selain mudah digunakan juga membantu siswa meningkatkan pemahaman  melalui pengalaman dengan lambang visual dalam mengingat informasi dan memantapkan pengetahuan siswa. Karena alat peraga Tajwid Putar dilengkapi dengan contoh dan cara membacanya, sehingga melalui bantuan guru siswa dapat menerapkan tajwid dalam membaca Al Qur’an. Menjadikan media ini mempermudah memahami tajwid sebagai jembatan siswa dapat membaca Al Qur’an dengan baik.
Dan waktu yang telah saya diinvestasikan untuk mempersiapkan dan membuat media pembelajaran akan terbayar oleh hasil yang didapat. Hasil yang diperoleh siswa setelah proses pembelajaran mengalami peningkatan, tampak dari keberhasilan siswa dapat membaca Al Qur’an dengan baik, antusias dan motivasi siswapun meningkat.
Semoga dengan adanya kreatifitas guru memperbaharui media dan metode mengajar, peran guru sebagai seorang yang digugu dan ditiru tetap eksis di mata siswa-siswinya. Dan mulai dari sekarang untuk menghasilkan karya berupa media pembelajaran dan berperan aktif untuk melihat, memilah dan memilih, hal baru di sekitarnya yang sekiranya bermanfaat untuk perkembangan anak didik.

Selasa, 10 Desember 2013

Kabar KOMRESDA

MAN 1 (MODEL) LUBUKLINGGAU RAIH TIGA GELAR DI AJANG ANUGERAH CERPEN SILAMPARI

Lubuklinggau
Madrasah Aliyah Negeri 1 (Model) Lubuklinggau kembali menunjukkan kualitasnya, kali ini dengan meraih 3 gelar dalam ajang Anugerah Cerpen Silampari 2013 yang diselenggarakan oleh Linggau Post. Dalam ajang tersebut MAN 1 (Model) Lubuklinggau mengikuti 2 kategori yaitu kategori Guru dan Dosen serta kategori Pelajar.
Pada Kategori Guru dan Dosen meraih gelar Juara III yang dimenangkan oleh Haryani, S.Pd. guru Bahasa Indonesia. Sedangkan dalam kategori Pelajar MAN 1 (Model) Lubuklinggau meraih dua gelar sekaligus yaitu sebagai Juara I dan Juara III. Sebagai Juara I dimenagkan Latifah Istiqomah kelas XI IPA.3 dan untuk Juara III diraih oleh Karina kelas XI IPA.1. Acara penganugerahan pemenang telah dilaksanakan Jum`at (29/11) yang lalu bertempat di Hotel Smart Kota Lubuklinggau.
Kepala MAN 1 (Model) Lubuklinggau, Himarwan, M.Pd. ketika ditanya membenarkan adanya tiga orang wakil dari MAN 1 (Model) Lubuklinggau yang mendapat juara di Ajang Anugerah Cerpen Silampari. “benar ada tiga orang dari MAN 1 (Model) Lubuklinggau yang mendapat Juara di Ajang Anugerah Cerpen Silampari, mereka adalah Ibu Haryani, S.Pd. pada kategori Guru dan Dosen, sedangkan untuk kategori Pelajar memborong dua gelar yaitu Latifah Istiqomah kelas XI IPA.3 sebagai Juara I dan Karina Kelas XI IPA.1 sebagai Juara III”, kata Himarwan.

Kabar Komresda

KOMRESDA


MAN 1 (MODEL) LUBUKLINGGAU TERAPKAN BUDAYA GEMAR MEMBACA

Siswa memilih buku
Lubuklinggau-Humas,
Seperti yang telah di programkan Kepala MAN 1 (Model) Lubuklinggau di awal tahun pelajaran 2013/2014 bahwa MAN 1 (Model) Lubuklinggau akan menerapkan budaya gemar membaca bagi sswa-siswi. Program ini telah berjalan beberapa waktu yang lalu di awali dengan di ditanda tanganinya Surat Keputusan Kelapa MAN 1 (Model) Lubuklinggau Nomor : 58/Kpts/Ma.06.01/PP.00.6/2013 tentang Penunjukan Guru Pembimbing Budaya Gemar Membaca tanggal 19 September 2013 secara resmi budaya gemar membaca telah diterapkan pada siswa-siswi MAN 1 (Model) Lubuklinggau.
Budaya gemar membaca ini diterapkan dalam rangka meningkatkan minat baca siswa-siswi MAN 1 (Model) Lubuklinggau sehingga akan menghasilkan siswa yang berprestasi. Budaya gemar membaca ini yang mengharuskan setiap siswa memilih sebuah buku untuk dibaca kemudian membuat sebuah laporan yang berbentuk resume dari buku yang dibacanya. Siswa dan siswi tersebut dibimbing oleh guru pembimbing yang mana setiap guru membimbing 10 orang siswa-siswi.
Kepala MAN 1(Model) Lubuklinggau melalui Wakil Kepala Bidang Penjamin Mutu, Annisah, M.Pd., menyampakan bahwa siswa-siswi harus proaktif dalam mencari guru pembimbing untuk bimbingan demikian disampaikannya ketika menjadi pembina Upacara pada Senin (30/09) tadi pagi. Annisah juga menyampaikan bahwa perlu untuk diterapkannya “The seven habbit to effecttively human” sebagaimana yang di sadur dari buku karangan Steven R Covey. Yang isinya telah diterjemahkan sebagai berikut : jadilah manusia proaktif, mulailah segala sesuatu dengan tujuan akhir, selalu dahulukan prioritas utama, berfikirlah menang/menang bukan menang/kalah, pahami dulu orang lain baru menuntut untuk dipahami, lakukan sinergi dengan orang lain karena kita tidak bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain, dan selalu mengasah dan memperbarui diri disetiap aspek fisik, mental dan spiritual. “Dengan menerapkan “The seven habbit to effecttively human” diharapkan akan membawa perubahan pada diri kita sehingga akan menghasilkan hasil akhir yang lebih baik,” pungkas Annisah.

Minggu, 08 Desember 2013

KOMRESDA (Komunitas Remaja Sepuluh Dua)

Anggota : 1. Angga Siswanto
                2. Ani Yuriska
                3. Anri Julianka P
                4. Arif Darmawan
                5. Bayu Aji Mucharom (Ketua Kelas)
                6. Bella Ayu Y.U
                7. Dechi Aprillia
                8. Devita Ayu L
                9. Gusti Syarif Hidayatullah (Penulis)
               10. Indah Lestari
               11. Iswar
               12. Jantrina Indah M.
               13. Jennifer Krismonica
               14. Krisma Dwi S.
               15. Kurniasih
               16. Kurniawa M
               17. M. Iqbal
               18. M. Syukron Qosasy
               19. Mardiana
               20. Mawalia
               21. Muamar Kadapi
               22. M. Akbar Azmi
               23. M. Rifaldy Elvian.
               24. Nanda Mutia
               25. Nurhayati
               26. Oktaviadani
               27. Putri Indriani
               28. Rahmat Agung Sitompul
               29. Rezi Ayu R.
               30. Robiatul A.
               31. Selvita
               32. Sillahuddin Al-ayyubbi
               33. Sinta Mariani
               34. Siska Maya Sari
               35. Yesi Merliani
               36. Yessy Kurnia sari
               37. Yosi Wulansari
               38. Zadi Selvia